NAPAK TILAS KE-2 JENDERAL RYACUDU KASUI – BLAMBANGAN UMPU MERIAH
Minggu, 9 Nopember 2008 Bupati Way Kanan Drs. Tamanuri, MM bersama Staf Ahli Menpora, Gubernur Lampung, Jend Purn. Ryamizard Ryacudu dan Jajaran KNPI Way Kanan melepas perjalanan Napak Tilas Ke-2 Jenderal Ryacudu di Kampung Tanjung Bulan Kasui.
NAPAK TILAS KE-2 JENDERAL RYACUDU KASUI – BLAMBANGAN UMPU MERIAH
Minggu, 9 Nopember 2008 Bupati Way Kanan Drs. Tamanuri, MM bersama Staf Ahli Menpora, Gubernur Lampung, Jend Purn. Ryamizard Ryacudu dan Jajaran KNPI Way Kanan melepas perjalanan Napak Tilas Ke-2 Jenderal Ryacudu di Kampung Tanjung Bulan Kec. Kasui.
Jend. Ryamizard Ryacudu sebagai putra almarhum mengatakan menyambut baik dan berbangga hati atas prakarsa Pemkab Way Kanan menggelar kegiatan perjalanan perjuangan ayahanda beliau.
Sementara itu Staf Ahli Menpora mengatakan bahwa pemuda yang sukses adalah pemuda yang terus bekerja dan berkarya. seorang pemuda tidak boleh bangga atas prestasi orang tuanya, tetapi harus bangga atas hasil karya dan kerja keras dirinya sendiri. Beliau mengatakan "mari tunjukkan inilah saya, bukan inilah orang tua saya".
Bupati way Kanan dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Napak Tilas ini guna mengenang Perjalanan Perjuangan salah satu Putra terbaik Propinsi Lampung, Jenderal Ryacudu. Jenderal Ryacudu merupakan salah satu tokoh yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Sejarah perjuangan dan sepak terjang beliau pada waktu itu amat terkenal, dan tentu sangat jauh lebih berat dibandingkan dengan apa yang kita lakukan saat ini. Dengan bantuan segenap komponen masyarakat Sumatera Selatan saat itu, beliau dengan gigih mengobarkan perang gerilya melawan tentara penjajah. Banyak korban jiwa tentunya telah jatuh selama masa tersebut. Dan setelah revolusi kemerdekaan, kiprah beliau patut membanggakan, berbagai operasi menjaga keutuhan bangsa telah dilalui beliau, seperti operasi Penumpasan DI/TII, PRRI/PERMESTA, Operasi Teritorial Irjen TERPRA di Perbatasan Jateng-Jabar, Operasi Territorial Ekonomi-Pemerintahan dalam rangka Pembebasan Irian Barat, Operasi Dwikora di Kalimantan Barat, Operasi Penumpasan PGRS-PARAKU di Perbatasan Kalbar-Serawak serta Operasi Penumpasan G-30-S PKI.
Nilai kepahlawanan dari kisah tersebut sangat penting untuk kita kenang, karena kita sebagai generasi penerus bangsa tidak boleh terlena oleh kemajuan zaman, sehingga melupakan bagaimana negeri ini terbentuk oleh para sesepuh bangsa kita. Dengan menghayati dan mengamalkan Nilai Kepahlawanan, sebagaimana yang telah ditunjukkan para pejuang bangsa, maka kita dapat merenungkan tentang arti sesungguhnya dari semangat cinta tanah air, nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan di tengah kondisi masyarakat yang mulai mendahulukan kepentingan pribadi dari pada kepentingan masyarakat umum. Oleh karenanya nilai-nilai kepahlawanan harus tetap kita tanamkan sejak dini, di lingkungan keluarga, sekolah, instansi pemerintah dan swasta di dalam kehidupan sehari-hari. Apabila semangat dan nilai kepahlawanan tersebut dapat tetap terjaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka bukan hal yang mustahil, ke depan kita dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang menghadang dan dapat menjadi bangsa besar, bangsa yang maju, yang dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Bupati mengajak mulai hari ini kita niatkan dalam hati membangun negeri, dengan dilandasi Semangat dan Nilai Kepahlawanan, sesuai dengan kemampuan dan profesi kita masing-masing. Sebagai pelajar misalnya, hendaknya belajar dengan sunguh-sungguh dan giat agar kelak dapat membangun negeri, melalui ilmu atau teknologi yang dikuasainya. Sebagai birokrat, hendaknya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan tidak melakukan tindakan tercela yang dapat merugikan Negara dan bangsa.Selanjutnya Bupati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung untuk terlaksananya Napak Tilas Ryacudu Ke-2 ini, kepada segenap peserta saya ucapkan selamat mengikuti, jadikan kegiatan ini sebagai kegiatan wisata alam, kenali dan nikmati keindahan alam Kabupaten Way Kanan, untuk kemudian disampaikan kepada teman-teman kita dari daerah lain. Pesan saya jaga diri, jaga kesehatan dan jaga kekompakan serta persaudaraan di antara sesama peserta.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan sejauh 45 km yang dimulai pukuol 15.00 WIB, Napak Tilas diakhiri di halaman kantor Bupati Way Kanan, peserta kemudian mengikuti upacara bendera peringatan hari pahlawan tahun 2008. sebagai juara Tim dari Menwa Universitas Lampung, kemudian dari Tim Rajawali Pemburu, UPTD, dan Tim Pora. Para juara berhak atas tropi piala tetap Jend. Ryacudu, Piala Tetap Bupati dan uang tabungan. (Arifin).

