Kekayaan alam hayati yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa merupakan titipan kepada semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh karena itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah, bahkan suatu negara. Hal tersebut disampaikan Bupati Way Kanan Drs Tamanuri MM dalam Apel mingguan sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia Senin 7-6 di Halaman Pemkab setempat. Apel diikuti oleh PNS, Pelajar dan tokoh pemerhati lingkungan.
Dalam peringatan yang bertema: ”Keanekaragaman hayati, masa depan bumi kita”. Pemkab Way Kanan juga menyerahkan Piagam Penghargaan dan hadiah kepada Tokoh Penyelamat Lingkungan dan Para Juara Perlombaan dalam ranga Hari Lingkungan Hidup.
Dalam dua dasawarsa terakhir, terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Padahal, keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup, yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 yang memiliki tiga kegiatan utama, yaitu (1) Konservasi keanekaragaman hayati, (2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya, dan (3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan dengan berbagai gerakan lingkungan hidup. Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia, terutama keanekaragaman hayati Indonesia agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. perlu menginventarisasi potensi keanekaragaman hayati, mengembangkan pengetahuan lokal tentang keanekaragaman hayati di daerah masing-masing. Di samping itu, perlu juga untuk menginisiasi pemanfaatan jasa lingkungan, antara lain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan perlindungan keindahan alam.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah mengeluarkan Peraturan Bupati Way Kanan Nomor 22 tahun 2009 dan Instruksi Bupati Way Kanan Nomor : 06.P/02-WK/HK/2010 tanggal 27 April 2010 tentang Gerakan Menanam Ramik Ragom (GEMAR) yang melibatkan Pasangan Calon Pengantin, CPNS, Siswa sekolah, Mahasiswa dan masyarakat luas. Melalui GEMAR inilah, salah satu wujud nyata untuk mlenggalakkan gerakan konservasi alam dengan penanaman pohon bagi semua lapisan masyarakat.
Adapun daftar Penerima Penghargaan Kalpataru dan Tropi Pemenang Lomba Kreasi Lingkungan.
1. Kasiran Hadi Prayitno (Penerima Kalpataru Penyelamat Lingkungan).
2. Nasibno (Penerima Kalpataru Perintis Lingkungan).
3. Arpan Effendi (Penerima Kalpataru Perintis Lingkungan).
4. TK Ceria Harapan (Juara I Lomba Menanam Pohon).
5. TK Raden Intan (juara II Lomba Menanam Pohon).
6. TK Dharma Wanita Baradatu (Juara III Lomba Menanam pohon).
7. TK Bhakti Baradatu (Juara I Memilah Sampah)
8. TK IKI PTPN VII Blambangan Umpu (Juara II Lomba Memilah Sampah)
9. TK Budi Luhur (Juara III Lomba Memilah Sampah).
10. Aisyah Nata Diluwan dari SMKN I Blambangan Umpu (Juara I Lomba Puisi Lingkungan).
11. Intan Mayang Sari dari SMAN I Blambangan Umpu (Juara II Puisi Lingkungan).
12. Siti Maimunah dari SMAN Way Tuba (Juara III Lomba Puisi Lingkungan).
13. Sandi Arya dari SMAN I Bl. Umpu (Juara I Lomba Lagu Lingkungan).
14. Lintang Saka Ganta dari SMAN I Bl. Umpu (Juara II Lagu Lomba Lingkungan).
15. Tika Purnama Sari dari SMKN Bl. Umpu (Juara III Lomba Lagu Lingkungan.
16. Dian Anggraini, SPd (Juara I Lomba Karya Tulis Lingkungan).
17. Ruba Sambyah (Juara II Lomba Karya Lingkungan Tulis).
18. Saripuddin, SE, MM (Juara III Lomba Karya Tulis Lingkungan)

